MAKALAH
MANAJEMEN OLAHRAGA DAN REKREASI
“Pemanasan dan Manajemen Pemanasan Dalam
Olahraga”

Dosen Pembimbing :
Drs . Bernard
Djawa , S.pd
NIP . 195709121986031003
Oleh:
Akmal Hakim (114564038)
JURUSAN PEND. SEJARAH PRODI SOSIOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2012
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan syukur alhamdulillah
kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat hidayah serta inayah-Nya guna
membantu kami untuk menyusun dan menyelesaikan ini kurang lebih sudah sampai
selesai.
Saya menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh
dari kata sempurna,oleh karena itu dengan segala kerendahan hati kami mohon
perkenankan para pembaca untuk memberikan saran dan kritik guna membangun dan
demi tercapainya makalah yang baik dan layak untuk dibaca oleh kalangan semua
orang.
Oleh karena itu saya meminta maaf bila pada
awal adanya makalah ini, menemukan suatu keganjalan atau ketidak enakan hati
kepada para pembaca. Karena kesempurnaan hanyalah milik tuhan yang maha esa.
Akhir kata, kami sampaikan terima
kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini
dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi segala usaha kami.
Amin.
Surabaya, September 2012
Penyusun
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Olahraga, memang suatu aktivitas yang sangat
menyenangkan bagi kita sebagai manusia yang memang membutuhkan suatu aktivitas
yang bermanfaat bagi kesehatan dan perkembangan tubuh kita. Akan tetapi,
beberapa orang sering melupakan apa itu yang dinamakan pemanasan atau biasa
kita menyebutnya dengan istilah warmingup. Memang, pemanasan buasanya
diremehkan atau dianggap suatu hal yang biasa. Namun dibalik pemanasan,
sangatlah tersimpan semua manfaat yang dihasilkan dari pemanasan itu sendiri. Dan,
tujuan dari pemanasan itu sendiri juga akan kembali kepada orang-orang yang
akan melakukan pemanasan tersebut. Antara lain seperti melenturkan otot yang
kaku sebelum harus di forsir untuk kegiatan keolahragaan.
1.2
Rumusan Masalah
1.
Apa
pengertian pemanasan sebelum olahraga ?
2.
Apakah jenis
pemanasan ?
3.
Bagaimana
manfaat yang diperoleh setelah melakukan pemanasan ?
1.3
Tujuan
1.
Menjelaskan
Pengertian pemanasan sebelum melakukan olahraga.
2.
Mengetahui
macam-macam jenis gerakan pemanasan
3.
Mengetahui
beberapa manfaat yang tersembunyi dibalik adanya suatu pemanasan sebelum melakukan
aktivitas keolahragaan.
BAB 2
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN DARI PEMANASAN
Gerakan pemanasan sebelum berjalan studi
mengungkapkan, dengan melakukan gerakan peregangan yang stabil merupakan cara
yang lebih baik untuk melumasi persendian, menurunkan risiko cidera, dan
memperlancar peredaran darah pada otot-otot berjalan kita.
Olahraga sebaiknya selalu didahului dengan pemanasan. Jika
tanpa pemanasan maka risiko terkilir akan lebih besar. Jika kurang pemanasan
juga bisa menimbulkan risiko kram otot saat olahraga. Kram otot ini disebabkan
oleh kurangnya timbunan asam laktat di dalam otot. Pemanasan dapat dimulai
dengan berjalan, berlari-lari kecil, atau senam dengan intensitas kaena tujuan
dari pemanasan adalah untuk meningkatkan frekuensi jantung secara berlahan,
sehingga tersedia cukup waktu untuk mengisi otot yang bekerja dengan darah yang
kaya akan oksigen.
Jadi Pemanasan olahraga adalah gerakan
yang bertujuan untuk meningkatkan frekuensi jantung secara berlahan, sehingga
tersedia cukup waktu untuk mengisi otot yang bekerja dengan darah yang kaya
akan oksigen. atau salah satu bentuk persiapan emosional, fisiologis, dan
psikologis untuk melakukan berbagai macam latihan
Dari
beberapa pendapat tentang definisi pemanasan, dapat diambil kesimpulan bahwa
pemanasan adalah kegiatan persiapan tubuh untuk meningkatkan frekuensi jantung
dan penguluran otot yang bertujuan mempersiapkan emosional, fisiologis, dan
fisiologis untuk melakukan berbagai macam latihan.
B. Macam-Macam Jenis Gerakan dalam Pemanasan
Bentuk-bentuk dari pemanasan sebenarnya
sangatlah banyak. Hal itu dikarenakan pemanasan biasanya disesuaikan dengan
olahraga atau aktivitas fisik yang akan dilakukan. Namun dari berbagai macam
bentuk pemanasan, dapat digolongkan menjadi berlari-lari kecil/joging, pemanasan
statis, dinamis, statis dinamis dan permainan.
1. Berlari
lari kecil/joging
Berlari-lari
kecil/joging merupakan salah satu contoh bentuk pemanasan yang dapat dilakukan
dalam semua bentuk olahraga maupun kegiatan fisik lainnya. Pemanasan dengan
berlari-lari kecil sangat efektif karena hampir dari seluruh badan dapat
bergerak sehingga otot-otot dibadan dapat terulur. Joging dapat dilakukan
selama 5-10 menit atau dapat disesuaikan dengan aktivitas fisik yang akan
dilakukan.
2. Pemanasan
Statis
Pemanasan
statis yaitu pemanasan dengan bentuk peregangan yang dilakukan mulai dari
bagian tubuh atas menuju kebawah ( dari kepala sampai kaki ) atau sebaliknya.
Pemanasan berbentuk statis ini bertujuan untuk menyiapkan otot untuk melakukan
kerja yang lebih berat agar tidak terjadi kram atau cedera otot yang lainnya.
Pemanasan statis ini harus dilakukan dengan benar agar otot benar-benar terulur
sempurna dan untuk menghindari cedera yang disebabkan karena penguluran otot
yang tidak sesuai dengan anatomi tubuh yang semestinya.
3. Pemanasan
Dinamis
Pemanasan
dinamis yaitu pemanasan yang dilakukan dengan menggunakan gerakan yang saling
berkesinambungan atau saling berkaitan. Contoh gerakan pemanasan dinamis yaitu
gerakan menengokkan kepala keatas dan kebawah, gerakan menekuk pendek-pendek
panjang-panjang pada tangan atau gerakang kombinasi ( bongkok jongkok bongkok
tegak). Pemanasan bentuk ini dimaksudkan untuk melemaskan otot-otot yang kaku.
4. Pemanasan
Statis Dinamis
Pemanasan
ini yaitu penggabungan antara pemanasan statis dan pemanasan dinamis. Pemanasan
bentuk ini sangat efektif untuk mencegah terjadinya cedera karena otot tidak
hanya diulur, namun juga akan dilemaskan. Sistematika pelaksanaan pemanasan ini
biasanya dilakukan pemanasan statis terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan denga
pemanasan dinamis.
5. Permainan
Pemanasan
bentuk ini adalah pemanasan yang sedang dikembangkan dalam pembelajaran
pendidikan jasmani disekolah. Hal ini tidak terlepas dari karakteristik siswa
yang lebih senang jika pembelajaran dilakukan dengan bermain. Pemanasan dengan
bentuk bermain ini dirasa akan lebih efektif karena siswa akan lebih
termotifasi dalam bergerak dibanding dengan bentuk-bentuk lain seperti
pemanasan statis atau dinamis.
C. FUNGSI ATAU MANFAAT PEMANASAN
Beberapa
manfaat dari pemanasan sebelum melakukan aktivitas fisik yang berat antara
lain:
a. Meningkatkan
suhu tubuh beserta jaringan-jaringannya.
b. Menaikkan
aliran darah melalui otot-otot yang aktif.
c. Meningkatkan
kerja jantung sehingga dapat mempersiapkan bekerjanya sistemcardiovascular.
d. Menaikkan
tingkat energi yang dikeluarkan oleh metabolisme tubuh.
e. Meningkatkan
pertukaran oksigen dalam hemoglobin.
f. Meningkatkan
kecepatan perjalanan sinyal syaraf yang memerintahkan gerakan tubuh.
g. Meningkatkan
efisiensi dalam proses reciprokalinnervation.
h. Meningkatkan
kapasitas kerja fisik seseorang.
i. Mengurangi
ketegangan.
j. Meningkatkan
kemampuan jaringan penghubung dalam gerakan memanjang. (Micharl J Aster,
2003:17)
Dari
berbagai manfaat dari pemanasan diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan utama
pemanasan adalah untuk mempersiapkan tubuh kita untuk melakukan aktifitas fisik
yang lebih berat dan untuk mencegah terjadinya cedera.
BAB 3
KESIMPULAN
Tujuan dari pendidikan jasmani adalah
meningkatkan kebugaran jasmani para peserta didik, jadi dalam pelaksanaanya
harus mengedepankan keamanan para peserta didiknya dalam proses pembelajaran.
Salah satu cara mengamankan siswa yaitu dengan melakukan pemanasan sebelum
memulai pembelajaran inti pendidikan jasmani. Selain dari pada itu, fungsi
pemanasan yang utama yaitu untuk menyiapkan otot-otot pada tubuh agar mampu
melakukan kerja yang lebih berat lagi sehingga tidak terjadi cedera yang
berbahaya.
Karena begitu besar manfaat dari pemanasan
itu, maka marilah kita terapkan dibenak kita masing-masing bahwa pemanasan
adalah hal wajib yang harus kita lakukan sebelum melakukan olahraga ataupun
aktivitas fisik lainnya agar dalam pelaksanaanya menjadikan kita nyaman dan
aman.
DAFTAR PUSTAKA
Alter, Michael J. 2003. 300 Teknik Peregangan Olahraga. Jakarta: PT.
Rajagrafindo Persada.
Burke, Edmund R. 2001. Panduan Lengkap Latihan Kebugaran di Rumah.
Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.
Byl, John. 2004. 101 Fun Warm-Up and Cool Down Games. New Zealand: Human
Kinetics.
Lutan, Rusli dkk. 2000. Dasar Dasar Kepelatihan. Jakarta: Depdiknas
www.detikhot.com
http://damayanti17pjkr.wordpress.com/2010/01/07/bentuk-permainan-untuk-pemanasan-2/
Makasih infonya
BalasHapushttp://yvc-i-gc012.blogspot.co.id/