Rabu, 31 Oktober 2012

Godless Symptoms – Revolusi Demokrasi (2012)



Godless Symptoms ‘Revolusi Demokrasi’ CD (Die Trying Records, 2012)
Pertama-tama, meski tidak menawarkan sesuatu yang segar, tapi album Revolusi Demokrasi sudah memiliki segala ‘gimmick’ untuk dijual. Bagaimana tidak, untuk pasca produksi saja, artwork dan layout sampul album dikerjakan oleh Ucok a.k.a Morgue Vanguard (Homicide / Triggermortis), font logo band dikerjakan oleh Ken Terror (Hark! It’s a Crawling Tar-tarKontra Sosial, ex-Domestik DoktrinModestic), serta ikon band dibuat oleh Dani Tremor (Milisi Kecoa).
Lanjut lagi; untuk produksi rekaman, Revolusi Demokrasi direkam oleh Toteng(Forgotten) dan di-mixing oleh Yayat (produser Burgerkill). Bahkan di lagu “Musnah Binasa” Vicky (vokalis baru) Burgerkill turut menyumbangkan vokalnya.
Revolusi Demokrasi adalah album kedua dari Godless Symptoms, setelah lima tahun yang lalu (2007) mereka merilis album debut Crossover (jangan tertukar dengan album Crossovermilik D.R.I yah). Bagi kalian yang belum aware juga, Godless Symptoms adalah band baru bentukkan Baruz, vokalis dari band hardcore Bandung tersohor era 90-an yang telah bubar, yakni Balcony.
Lima tahun pasca album Crossover, terjadi bongkar pasang line-up di formasi Godless Symptoms, salah satunya adalah masuk Joe (Terapi UrineSoldier FightSerigala Jahanam, dan puluhan band lainnya). Secara musikal, Godless Symptoms memainkan style yang dulu mungkin cukup populer di era 90-an, seperti: groove-metal, neo-thrash dan metallic-hardcore (yang saat ini nampaknya harus dipoles sedemikian apik agar tidak terdengar membosankan).
Tapi bagi penggemar band-band hardcore / metal kelas stadion, yang (rata-rata) menawarkan materi-materi antemik, bisa jadi album ini cocok untuk kalian. Yang jelas, berdasarkan tulisan saya di paragraf pertama dan kedua, saya meramalkan kalau album ini akan cepat laris dan menggema.
(Kontak: @godlesssymptoms | godless.symptoms@yahoo.com)
Genre musik: Groove-Metal, Neo-Thrash, Metallic-Hardcore
Untuk penggemar: Band-band hardcore scene GOR Saparua Bandung era 90-an.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar