Sabtu, 13 Oktober 2012

TUGAS SOSIOLOGI LINGKUNGAN


Nama     : Akmal Hakim
Nim        :114564038

PEMBANGUNAN BERWAWASAN LINGKUNGAN
(Perspektif Budaya)
Pembangunan Taman ditengah Pemukiman Sebagai Tempat Wisata dan Bekreasi Baru Bagi Kalangan Menengah.
A.    Pendahuluan.
Taman kota adalah bagian dari ruang terbuka hijau, yang berfungsi sebagai parkir psikologis warga kota dari kepenatan, stress, dsb. Dapat dianalogikan sebagai oase diantara banyak bangunan bertingkat yang memadati kota Surabaya.          
Keberadaan taman kota di Surabaya memiliki banyak manfaat, diantaranya adalah manfaat ekonomi, yaitu; secara langsung memberi peluang bagi pedagang kaki lima untuk menjual berbagai makanan danbarang-barang yang dibutuhkan pengunjung taman kota tersebut. Begitu juga dengan manfaat kebudayaan, masyarakat khususnya masyarakat kelas menengah yang biasanya dalam menghabiskan masa liburan dirumah saja. Mungkin sekarang sudah bisa merasakan liburan diluar rumah. Dikarenakan disekitar rumah mereka sudah terdapat beberapa taman yang layak untuk dikunjungi. Jadi, fungsi taman dalam hal ini difungsikan untuk menjadi tempat rekreasi baru bagi kalangan kelas menengah.
B.    Pembahasan.
Dalam proses perencanaan, pembangunan, dan pengawasan setelah dibangun, taman kota sepenuhnya merupakan kewenangan Pemerintah Kota Surabaya, khususnya Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pemerintah Kota Surabaya. Pemerinotah Kota saat ini mencoba mengajak perwakilan tokoh masyarakat dalam perencanaan beberapa taman kota dan pengawasan pembangunan beberapa taman kota, namun tidak maksimal. Selain itu Pemerintah juga mengajak investor partisipasi untuk berperan serta dalam pembangunan taman kota di Surabaya dalam hal bantuan dana dan pelaksanaan pembangunan.
Pelaksanaan pembangunan taman kota tidak selalu lancar seperti yang direncanakan, dimana memiliki beberapa hambatan utama yaitu lahan yang akan dibangun taman kota dan keterbatasan dana dalam membangun taman kota. Pemerintah Kota Surabaya tidak selalu memiliki lahan di area dimana akan dibangun taman kota, sehingga dalam memenuhi syarat yang ditentukan, Pemerintah kota harus membebaskan tanah dengan membeli tanah milik pribadi yang kemudian dibangun taman kota
Meninggalkan pembahasan diatas, sebenarnya disamping manfaat langsung tersebut, juga terdapat manfaat yang tidak langsung, yaitu dengan tersebarnya berita bahwa kota Surabaya merupakan kota yang ramah lingkungan, maka akan banyak investor asing yang datang untuk membangun perusahaan di Surabaya dengan pertimbangan mereka akan mudah untuk mengundang para ekspatriat membawa keluarganya untuk tinggal di Surabaya.
D. Manfaat Pembangunan Taman Kota
1. Sarana Rekreasi atau Wisata Baru
Penggunaan taman kota sebenarnya memikliki beberapa manfaat. Salah satunya yaitu sebagai Sarana Rekreasi atau Wisata Baru. Banyak sekali pemanfaatan taman kota yang dilakukan oleh masyarakat kota atau masyaraka kampung tersebut. Jika pada waktu terdahulu, orang lebih suka menghabiskan waktunya untuk jalan-jalan ke mall, tempat-tempat rekreasi dan lain sebagainya. Mungkin sekarang sudah bisa dimanjakan dengan adanya pembangunan taman-taman kota. Betapa tidak, taman-taman kota tersebut dijadikan tempat Sarana Rekreasi atau Wisata Baru. Dengan dimanjakan beberapa fasilitas pendukung, taman-taman kota sudah bisa dijadikan Sarana Rekreasi atau Wisata Baru. Banak wahana permainan yang dapat dimanfaatkan oleh anak-anak. Misalnya, ada bandulan, seluncuran atau air mancur. Begitu juga dengan vegetasi taman yang tetap terjaga, hawa yang terpancarkan dari tumbuh-tumbuhan atau pepohonan di sekitar taman pun dapat membuat pengunjung lebih betah berlama-lama ditaman. Oleh karenanya, pembangunan taman-taman kota bi sa dijadikan Sarana Rekreasi atau Wisata Baru.
2. Upaya Penetralan Suhu Perkotaan
Beberapa akhir ini, pemerintah kota banyak menjadikan sudut-sudut perkotaan atau bahkan jantung kota sebagai taman kota atau tempat-tempat yang penuh dengan penghijauan. Ini dimaksudkan, agar kota senantiasa tetap terjaga kerindangannya atau tetap dalam suhu udara yang tidak tercemar.
Saat ini pemerintah menggerakkan penghijauan untuk menghindari dampak akibat berkurangnya vegetasi dalam lingkungan perkotaan. Penghijauan dalam arti luas adalah segala upaya untuk memulihkan, memelihara dan meningkatkan kondisi lahan agar daoat berproduksi dan berfungsi secara optimal, baik sebagai penata air atau pelindung lingkungan. Penghijauan kota adalah suatu usaha untuk menghijaukan kota dengan melaksanakan penglolahan taman-taman kota, taman-taman lingkungan, jalur hijau dan sebagainya. Dalam hal ini penghijauan kota merupakan pengisian ruang tebuka perkotaan,
Sesuai dengan rencana tata ruang terbuka hijau perkotaan, maka ada dua fungsi utama (intrinsik) dan tambahan (eksitrinsik). Yang utama yakni fungsi ekologis, sedangkan tambahan adalah fungsi arsitektural, ekonomi dan sosial. Dalam wilayah perkotaan, fungsi itu harus dapat dikombinasikan. Sesuai kebutuhan, kepentingan dan keberlanjutan kota. Adapun fungsi tambahan adalah dalam rangka mendukung dan menambah nilai kualitas lingkungan dan budaya kota. Dengan begitu dapat belokasi sesuai kebutuhan dan kepentingannya, misalnya keindahan (taman), rekreasu (lapangan olahraga) dan pendukung lanskap kota.
3 Fungsi Ekonomi, Sebagai Tempat untuk Mata Pencaharian
Taman kota sebetulnya merupakan sebuah ruang terbuka yang dapat mengintegrasikan antara lingkungan, masyarakat, dan kesehatan di lingkungan perkotaan dengan mempromosikan sebuah pendekatan ekologis terhadap kesehatan dan kesejahteraan manusia yang didasari pada kontak dengan alam. Selain itu, taman kota juga bermanfaat secara lingkungan, estetis, fisiologis, rekreasi, psikologis, sosial, serta ekonomis bagi masyarakat perkotaan. Namun idealisme mengenai konsep awal pembentukan taman kota ini tampaknya sudah semakin kurang disadari oleh masyarakat perkotaan masa kini. Untuk itu diperlukan adanya suatu pemahaman kembali mengenai peran penting taman kota yang diperuntukkan bagi seluruh komponen masyarakat kota. Pemahaman kembali ini, yang terwujud dalam konsep reposisi taman kota, tidak saja hanya sebatas wacana komunikasi saja, melainkan juga melalui pendidikan lingkungan serta pemfasilitasan melalui perancangan taman kota tersebut.
Namun, pada konteks ini. Saya ingin memaparkan bahwa taman juga bisa sebagai tempat kerja atau mengais rejeki. Misalnya, pembangunan foodcourt di sudut-sudut taman. Hal ini juga dapat bermanfaat bagi penduduk disekitar taman. Betapa tidak, dengan mendirikan atau menyewa stan-stan di foodcourt tersebut, masayarakat lokal dapat bekera sebagai penjual makanan dan minuman di tawman tersebut. Tidak menutup kemungkinan omset yang didapatkan sangatlah banyak. Oleh sebab itu, manfaat ekonomi juga dapat mewarnai pembutan taman-taman ditengah kota atau dipinggiran kota tersebut.
D.      Kesimpulan
Taman kota dapat dikatakan sebagai sebuah ruang terbuka yang secara ideal dapat mengintegrasikan antara lingkungan, penduduk, masyarakat, dan kesehatan di lingkungan perkotaan dengan mempromosikman sebuah pendekatan ekologis terhadap kesehatan dan kesejahteraan manusia yang didasari pada kontak dengan alam. Taman kota merupakan bagian penting dari jaringan ekosistem perkotaan yang memberikan jasa servis ekosistem, dan taman kota bermanfaat secara lingkungan, estetis, rekreasi, psikologis, sosial, serta ekonomis bagi masyarakat perkotaan.
Begitu juga dengan perawatannya, kita selaku masyarakat lokal juga harus bisa merawat dan juga bisa menjaga keutuhan dari fungsi taman tersebut. Sebagaimana yang telah dijelaskan diatas tadi, kita juga harus tetap mendukung pembangunan-pembangunan taman ditengah kota atau disudut-sudut kota.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar